Everyday A Painting

Mode cerita

Hari Terakhir Pompeii

Karl Bryullov · 1833 · Oil on canvas · 456.5 x 651 cm · State Russian Museum

Hari Terakhir Pompeii — Karl Bryullov
Hari Terakhir Pompeii, Karl Bryullov, 1833. Image: Google Art Project / Wikimedia Commons. Artwork: Karl Bryullov, The Last Day of Pompeii, 1833, State Russian Museum, Zh-5084.

Bryullov mengubah bencana menjadi sebuah kota yang penuh dengan keputusan dalam hitungan detik: abu jatuh, patung-patung runtuh, keluarga-keluarga bersatu, dan Pompeii menjadi sejarah sementara orang-orang masih berusaha untuk bertahan hidup.

Pompeii meletus dalam kepanikan di bawah langit merah.

Sebuah keluarga berkumpul di kiri bawah.

Seorang wanita terjatuh tergeletak di samping perhiasannya yang berserakan.

Petir menyambar patung-patung yang terjatuh dari atap.

Vesuvius mengubah seluruh cakrawala menjadi merah.

Seorang pria berbaju putih membawa bejana suci melewati kerumunan.

Keluarga-keluarga masih saling berpegangan tangan di tengah keruntuhan.

  1. Pompeii meletus dalam kepanikan di bawah langit merah.
  2. Sebuah keluarga berkumpul di kiri bawah.
  3. Seorang wanita terjatuh tergeletak di samping perhiasannya yang berserakan.
  4. Petir menyambar patung-patung yang terjatuh dari atap.
  5. Vesuvius mengubah seluruh cakrawala menjadi merah.
  6. Seorang pria berbaju putih membawa bejana suci melewati kerumunan.
  7. Keluarga-keluarga masih saling berpegangan tangan di tengah keruntuhan.

The Last Day of Pompeii karya Bryullov membuat bencana langsung terasa: abu, kepanikan, keruntuhan zaman kuno, dan orang-orang saling berpegangan tangan.

Dibuat untuk iPhone. Perilisan di App Store sedang dalam perjalanan.

Hari Terakhir Pompeii

State Russian Museum · Public Domain Mark 1.0 on Wikimedia Commons / Google Art Project for a faithful photographic reproduction of a public-domain artwork